SUSI RAHAYU

Bermimpi, Memimpikan, Hidup dalam Mimpi

Perkembangan Sejarah Filsafat Barat

10 March 2012 - dalam Umum Oleh susi-r-fib11

Filsafat adalah satu kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun makna atau arti dari filsafat itu sendiri masih sangat manjadi pertanyaan besar untuk saya. Dalam suatu buku yang pernah saya baca menyebutkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kata “filsafat” atau “falsafah” secara tidak sadar telah kita ucapkan. Sebagai contoh adalah, “Falsafah saya adalah...”, atau “Filsafat orang yang berhasil itu...” Dari contoh tersebut, apa yang bisa kita simpulkan sebagai arti atau makna dari filsafat itu sendiri? Istilah “falsafah” atau “filsafat” yang digunakan dengan cara itu sesungguhnya mengacu kepada sikap, pandangan, dan gagasan yang dipegang oleh seseorang untuk menghadapi segala persoalan dan tantangan yang harus diatasinya. (Jan Hendrik Rapar 1995:12)


Tidak bisa kita pungkiri bahwa berbagai macam bidang ilmu berasal dari Barat, khususnya Yunani. Filsafat sendiripun lahir di Yunani pada awal abad ke-6 SM. Orang yang dianggap sebagai filsuf pertama adalah Thales. Thales berasal dari Miletos. Thales beranggapan bahwa bumi terletak di atas air. Hal itu dikarenakan tempat tinggal Thales dikelilingi oleh air, sehingga airlah yang dianggap sebagai sumber dari semuanya. Pada saat menyatakan hal tersebut, hampir semua orang mencaci Thales. Namun selanjutnya, hal tersebut justru menjadi awal dari perkembangan ilmu pengetahuan.

Filsafat dibagi menjadi 3 fase, yaitu Filsafat Klasik, Abad Pertengahan, Filsafat Modern, dan Filsafat Postmodern. Pembagian ini tentu saja bukan tanpa sebab. Dari masing-masing fase memperlihatkan ciri yang sangat berbeda.

Fase Filsafat Klasik adalah fase yang paling awal dari filsafat. Pada fase ini, masih terlalu banyak orang yang belum mengetahui tentang ilmu pengetahuan. Masa ini adalah masa dimana orang-orang Yunani masih sangat percaya dengan mitos-mitos. Latar belakang lahirnya filsafat pada fase ini yang pertama  adalah adanya suatu mitologi yang kaya serta luas pada bangsa Yunani. Mitologi dianggap sebagai perintis yang mendahului filsafat, karena mitos-mitos sudah merupakan percobaan untuk mengerti. Sifat rasional bangsa Yunani sudah terlihat dari awal, terbukti bahwa mereka mengadakan beberapa usaha untuk menyusun mitos-mitos yang diceritakan oleh rakyat menjadi suatu keseluruhan yang sistematis. Kedua, kesusastraan Yunani yang sudah mulai muncul. Ketiga, yaitu pengaruh ilmu pengetahuan yang pada waktu itu sudah terdapat di Timur Kuno, yang oleh bangsa Yunani, ilmu pengetahuan tersebut dikembangkan dengan sangat hebat. Pada Zaman Pra Sokrates, tokoh yang terkenal adalah Thales, Anaximander, Anaximenes, Pythagoras, Xenophanes, Herakleitos, Parmenides, Zeno, Empedocles, Democritus, dan Anaxagoras. Sedangkan pada Zaman Keemasan yang berpengaruh adalah Sokrates, Plato, dan Aristoteles.

Fase yang kedua adalah Filsafat pada Abad Pertengahan. Tokoh yang paling berpengaruh dalam fase ini adalah Thomas Aquino. Thomas mengajarkan Allah dalam pandangannya yang mencerminkan pengaruh filsafat Aristoteles. Thomas menyebutkan bahwa Allah adalah Zat tertinggi yang mempunyai keadaan paling tinggi, Allah adalah penggerak yang tidak bergerak. Fase ini merupakan fase yang di dalamnya terdapat unsur religi yang diperdebatkan dengan ilmu pengetahuan. Latar belakang lahirnya fase ini adalah keinginan untuk menghubungkan antara iman dan rasio. Namun ternyata, hal tersebut sangat sulit dicari titik temunya, sehingga upaya untuk menghubungkan iman dan rasio dianggap gagal, dan dianggap perlu adanya upaya lain untuk menghubungkan iman secara rasional. Fase ini juga mencangkup awal lahirnya renaissance, atau yang lebih kita kenal dengan masa pencerahan. Umat gereja beranggapan bahwa ilmu pengetahuan memiliki dasar yang berbeda dengan gereja, sehingga gereja sangat menentang ilmu pengetahuan.

Fase ketiga, yaitu Filsafat pada Fase Modern. Fase modern ini diperkirakan muncul pada awal abad ke 17 sampai abad 20. Filsuf yang paling terkenal pada masa ini adalah Rene Descartes. Rene Descartes diberi gelar sebagai bapa filsafat modern. Descartes menulis sebuah buku terkenal yang menguraikan metode perkembangan intelektualnya. Dia mengatakan bahwa dalam dunia ilmiah, tidak ada yang pasti. Semuanya dapat dipermasalahkan. Latar belakang lahirnya fase modern ini yaitu timbulnya ilmu pengetahuan yang modern, berdasarkan eksperimental dan matematis. Segala sesuatu dalam ilmu pengetahuan mengutamakan logika dan empirisme. Pada masa ini terjadi persaingan keras oleh filsuf-filsuf dari Barat, sehingga perubahan masyarakat dalam bidang Ekonomi berkembang sangat pesat.

Terakhir adalah Filsafat Fase Postmodern. Latar belakang dari fase ini adalah adanya keinginan untuk menyatukan teori-teori yang bertebaran dan sulit dicari titik temu yang tunggal. Tokoh-tokoh dalam fase ini diantaranya adalah Jurgen Habermas, Michael Foucault, Jean Paul Sartre, dan Bertrand Russell. Pada fase ini, para filsuf beranggapan bahwa pada fase modern, banyak sekali teori-teori yang bermunculan, namun tidak dapat disatukan, sehingga fase modern dianggap sebuah tahap yang belum selesai, dan harus ada fase penyelesaian. Fase postmodern dianggap sebagai fase modern yang mengalami penyempurnaan, sehingga lebih bijak. Hal yang paling menonjol dari fase postmodern ini adalah adanya penghargaan yang tertinggi terhadap pluralitas. Setiap orang berhak berbicara sesuai keingiannya. Perkembangan fase demi fase tujuannya adalah menyempurnakan kekurangan pada fase sebelumnya.



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :